FOSIL: Sulitnya Vaksinasi HPV

Human Papilloma Virus atau yang sering kita kenal dengan singkatan HPV merupakan virus menular seksual yang diduga berperan dalam proses terjadinya penyakit kanker terutama kanker serviks pada wanita. Diketahui lebih dari 100 jenis dan 80 genom dari HPV(Human Papilloma Virus), akan tetapi HPV tipe 16 dan 18 merupakan tipe yang paling beresiko menyebabkan kanker serviks. HPV dapat diklasifikasikan menurut jenis genomnya, yaitu :

  1. Anogenital atau mukosa (selanjutnya disubklasifikasikan sebagai laten [asimtomatik], subklinis atau klinis)
  2. Kulit alat kelamin
  3. Gangguan kulit (manusia akar)

Adapun mekanisme virus HPV(Human Papilloma Virus) menginfeksi manusia diawali dengan protein menempel pada dinding sel dan mengekstraksi semua protein sel kemudian protein sel itu ditandai (berupa garis-garis) berdasarkan polaritasnya. Jika polaritasnya sama dengan polaritas virus maka dapat dikatakan bahwa sel yang bersangkutan terinfeksi virus HPV. Selanjutnya, virus menginfeksikan materi genetiknya ke dalam sel yang dapat menyebabkan terjadinya mutasi gen. Setelah terjadi mutasi, DNA virus akan bertambah banyak seiring dengan pertambahan jumlah DNA sel yang sedang bereplikasi. Hal ini lah yang menyebabkan pertumbuhan sel menjadi bertambah banyak (pertumbuhan sel yang tidak normal) dan tak terkendali sehingga menyebabkan kanker.

Para ahli kesehatan menganjurkan untuk dilakukannya vaksinasi HPV yang merupakan salah satu tindakan pencegahan yang paling efektif agar seseorang (terutama kaum wanita) tidak terinfeksi virus HPV. Seperti yang kita ketahui vaksinasi merupakan cara untuk merangsang sistem imunologi tubuh untuk membentuk antibodi spesifik sehingga dapat melindungi tubuh dari serangan penyakit. Semua vaksin memiliki tujuan yang sama yaitu menstimulasi reaksi kekebalan tubuh tanpa menimbulkan penyakit. Idealnya penggunaan vaksin HPV direkomendasikan kepada wanita sebelum usia yang rentan kontak dengan HPV yaitu
wanita yang akan memasuki usia seksual aktif sehingga wanita yang mendapat vaksinasi tersebut bisa merasakan keuntungan dari pemberian vaksin, usia ideal untuk pemberian vaksin HPV yaitu pada rentang usia 9 – 26 tahun. Hal ini dimaksudkan agar ketika seseorang terinfeksi virus tersebut tubuh dapat terangsang untuk membentuk antibodi sehingga tubuh terlindungi. Wanita yang berumur diatas 26 tahun masih dapat diberikan vaksin HPV tetapi efektivitas dari vaksin tersebut menurun, efektivitas vaksin menurun diakibatkan oleh pada besarnya paparan HPV yang telah terjadi.

Vaksin HPV dibagi kedalam 2 bagian, yaitu :

  1. Vaksin quadrivalen atau gradasil, untuk HPV tipe 6, 11, 16, dan 18 yang dapat diberikan kepada pria maupun wanita. Vaksin quadrivalen berfungsi untuk utk mencegah kanker serviks, kanker vagina, kanker vulva pada wanita dan kutil genital pada pria dan wanita.
  2. Vaksin bivalen atau cervarix, untuk HPV tipe 16 dan 18 yang hanya dapat diberikan kepada wanita saja. Fungsi bivalen juga spesifik yaitu hanya untuk mencegah kanker serviks saja.

Vaksin diberikan secara intramuskular, sebanyak tiga dosis selama enam bulan, yaitu :

-          Dosis pertama : 0 bulan

-          Dosis kedua : diberikan 2 bulan setelah dosis pertama untuk vaksin bivalen dan 1 bulan setelah dosis pertama untuk vaksin quadrivalen.

-          Dosis ketiga : diberikan 6 bulan setelah dosis pertama.

Pada pemberian vaksin HPV didapati beberapa masalah yang sering ditemui dilapangan. Salah satu masalah yang cukup serius yaitu penurunannya antibodi setelah pemberian vaksin HPV dan penurunan kadar antibodi tersebut dapat menetap selama 48 bulan. Penurunan kadar antibodi tersebut masih dapat menangkal infeksi dari virus HPV. Akan tetapi, penurunan kadar antibodi ini dapat menyebabkan tubuh resisten terhadap penyakit lain. Selain masalah dalam penurunan kadar antibodi, masalah lain yang cukup signifikan ialah infeksi HPV bisa terjadi berulang setelah beberapa tahun dan resiko mendapatkan infeksi yang baru bergantung pada perilaku seksual individu tersebut dan kurang efektifnya vaksin tersebut pada pria.

Ada pula masalah yang timbul dalam pemberian vaksin HPV yang tidak berlangsung lama dan dapat hilang dengan sendirinya ialah reaksi lokal yang timbul disekitar daerah suntikan yaitu dapat berupa nyeri, kemerahan atau pembengkakan, demam ringan, sakit kepala dan efek ringan sebagainya. Hal-hal yang juga harus diperhatikan dalam pemberian vaksin yaitu vaksin HPV termasuk kedalam obat kategori B untuk ibu hamil sehingga ibu hamil dilarang diberikan vaksin selama masa kehamilan. Selain itu juga seseorang yang memiliki riwayat alergi berat terhadap komponen vaksin juga tidak direkomendasikan untuk diberikan vaksin HPV dan masih banyak lagi masalah atau kasus yang dapat ditimbulkan oleh vaksin HPV.

 Jika kita menemui masalah dalam pemberian vaksin HPV kita dapat melakukan cara lain agar dapat terhindar dari infeksi virus HPV. Pencegahan tersebut dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dan tidak memerlukan biaya yang mahal. Pencegahan tersebut dapat berupa gunakan selalu alat kontrasepsi, tidak merokok, tidak gonta-ganti pasangan seks, pola hidup yang sehat, tidak menggunakan pakaian dalam dan alat mandi bersama-sama, dan rutin melakukan test PAP minimal 1 tahun sekali. (Tim Keilmiahan ISMAFARSI Sumatera II)

Hari AIDS sedunia

IMG_20141201_062011

Hari AIDS Sedunia pertama kali dicetuskan pada Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter, dua pejabat informasi masyarakat untuk Program AIDS Global di Organisasi Kesehatan Sedunia di Geneva, Swiss.[1] [2] Bunn dan Netter menyampaikan ide mereka kepada Dr. Jonathan Mann, Direktur Pgoram AIDS Global (kini dikenal sebagai UNAIDS). Dr. Mann menyukai konsepnya, menyetujuinya, dan sepakat dengan rekomendasi bahwa peringatan pertama Hari AIDS Sedunia akan diselenggarakan pada 1 Desember 1988.

Bunn menyarankan tanggal 1 Desember untuk memastikan liputan oleh media berita barat, sesuatu yang diyakininya sangat penting untuk keberhasilan Hari AIDS Sedunia. Ia merasa bahwa karena 1988 adalah tahun pemilihan umum di AS, penerbitan media akan kelelahan dengan liputan pasca-pemilu mereka dan bersemangat untuk mencari cerita baru untuk mereka liput. Bunn dan Netter merasa bahwa 1 Desember cukup lama setelah pemilu dan cukup dekat dengan libur Natal sehingga, pada dasarnya, tanggal itu adalah tanggal mati dalam kalender berita dan dengan demikian waktu yang tepat untuk Hari AIDS Sedunia.

Bunn, yang sebelumnya bekerja sebagai reporter yang meliput epidemi ini untuk PIX-TV di San Francisco, bersama-sama dengan produsennya, Nansy Saslow, juga memikirkan dan memulai “AIDS Lifeline” (“Tali Nyawa AIDS”) – sebuah kampanye penyadaran masyarakat dan pendidikan kesehatan yang disindikasikan ke berbagai stasiun TV di AS. “AIDS Lifeline” memperoleh Penghargaan Peabody, sebuah Emmy lokal, dan Emmy Nasional pertama yang pernah diberikan kepada sebuah stasiun lokal di AS.

Pada 18 Juni 1986, sebuah proyek “AIDS Lifeline” memperoleh penghargaan “Presidential Citation for Private Sector Initiatives”, yang diserahkan oleh Presiden Ronald Reagan. Bunn kemudian diminta oleh Dr. Mann, atas nama pemerintah AS, untuk mengambil cuti dua tahun dari tugas-tugas pelaporannya untuk bergabung dengan Dr. Mann (seorang epidemolog untuk Pusat Pengendalian Penyakit) dan membantu untuk menciptakan Program AIDS Global. Bunn menerimanya dan diangkat sebagai Petugas Informasi Umum pertama untuk Pgoram AIDS Global. Bersama-sama dengan Netter, ia menciptakan, merancang, dan mengimplementasikan peringatan Hari AIDS Sednia pertama – kini inisiatif kesadaran dan pencegahan penyakit yang paling lama berlangsung dalam jenisnya dalam sejarah kesehatan masyarakat.)

Program Bersama PBB untuk HIV/AIDS (UNAIDS) mulai bekerja pada 1996, dan mengambil alih perencanaan dan promosi Hari AIDS Sedunia.Bukannya memusatkan perhatian pada satu hari saja, UNAIDS menciptakan Kampanye AIDS Sedunia pada 1997 untuk melakukan komunikasi, pencegahan dan pendidikan sepanjang tahun.

Pada dua tahun pertama, tema Hari AIDS Sedunia dipusatkan pada anak-anak dan orang muda. Tema-tema ini dikiritk tajam saat itu karena mengabaikan kenyataan bahwa orang dari usia berapapun dapat terinfeksi HIV dan menderita AIDS.Tetapi tema ini mengarahkan perhatian kepada epidemi HIV/AIDS, menolong mengangkat stigma sekitar penyakit ini, dan membantu meningkatkan pengakuan akan masalahnya sebagai sebuah penyakit keluarga.

Pada 2004, Kampanye AIDS Sedunia menjadi organisasi independen.
Sejak dibentuknya hingga 2004, UNAIDS memimpin kampanye Hari AIDS Sedunia, memilih tema-tema tahunan melalui konsultasi dengan organisasi-organisasi kesehatan global lainnya.

Sejak 2008, tema Hari AIDS Sedunia dipilih oleh Komite Pengarah Global Kampanye Hari AIDS Sedunia setelah melalui konsultasi yang luas dengan banyak pihak, organisasi dan lembaga-lembaga pemerintah yang terlibat dalam pencegahan dan perawatan korban HIV/AIDS.[3] Untuk setiap Hari AIDS Sedunia dari 2005 hingga 2010, temanya adalah “Hentikan AIDS, Jaga Janjinya”, dengan sebuah sub-tema tahunan.Tema payung ini dirancang untuk mendorong para pemimpin politik untuk memegang komitmen mereka untuk menghasilkan akses sedunia kepada pencegahan, perawatan, pemeliharaan, dan dukungan terhadap penyakit dan para korban HIV/AIDS pada tahun 2010.

Statistik Jumlah Kasus HIV/AIDS Di Indonesia

Jumlah statistik kasus AIDS di Indonesia semakin tahun semakin meningkat, adapun dibawah ini adalah data yang diperoleh sampai dengan bulan September 2014 :

Jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia yang dilaporkan per Triwulan Juli- September 2014

HIV : 7.335
AIDS : 176

Jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia yang dilaporkan dari 1 Januari 2014 – September 2014

HIV : 22.869
AIDS : 176

Secara akumulatif, Jumlah kasus HIV/AIDS di indonesia yang tercatat adalah :

HIV : 150.269
AIDS : 55.799

Memaknai Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS)

Tema dan Icon Hari HIV/AIDS Sedunia – Indonesia
Tema dan Icon Hari HIV/AIDS Sedunia – Indonesia

Jika kita mau mulai hitung-hitungan, dari data statistik kasus AIDS yang ada diatas, maka kita akan melihat jelas bahwa setiap tahunnya, penderita AIDS semakin meningkat, dan jika tidak ada tindakan nyata akan terus meningkat seiring berjalannya waktu, Lalu pertanyaanya adalah, “Seperti apa tindakan nyata untuk melakukan perubahan tersebut?”.

Hari AIDS Sedunia selalu diperingati setiap tahunnya oleh masyarakat indonesia, namun sudahkan peringatan ini membawa perubahan bagi kita? apakah peringatan ini hanya menjadi sebuah seremonial saja tanpa ada manfaat yang bisa dipetik? bahkan ironinya, ada mereka yang hari ini berteriak kencang dengan memegang pita merah untuk menyatakan perang terhada AIDS, justru besoknya ternyata didiagnosa sebagai penderita AIDS.

Sebenarnya, apa yang menyebabkan meningkatnya angka kasus AIDS ini? tidak lain adalah lemahnya mental masyarakat kita dalam menghadapi Globalisasi, oleh karena itu, Me-Revolusi Mental yang dicanangkan oleh presiden terpilih Joko Widodo sangat diperlukan. Sehingga peringatan Hari AIDS Sedunia ini tidak hanya menjadi sebuah serimonial, tetapi juga berimbas pada penurunan jumlah penderita AIDS di Indonesia.

Cara kita dalam menekan angka penderita AIDS adalah dengan memulai dari diri sendiri, dan memahami bagaimana cara penyakit ini bisa menghampiri kita, dengan begitu kita akan lebih waspada dalam bertingkah laku.

Melalui momentum pringatan Hari AIDS Sedunia ini, saya menghimbau kawan-kawan untuk mulai berpartisipasi melalui siapa diri anda, jika anda seorang pengguna Facebook, ayo Update Status anda untuk mengajak masyarakat dan teman-teman anda untuk menyadari betapa bahayanya penyakit satu ini, jika anda seorang blogger, anda bisa membuat postingan terbaru untuk menyuarakan tentang makna Hari AIDS Sedunia (HAS) ini.

Sikap kita terhadap penderita AIDS

Jauhi Penyakitnya, Bukan Orangnya
Jauhi penyakitnya, Bukan orangnya

Penderita AID Adalah korban, kita tidak boleh menghakiminya dengan membencinya, kita hanya harus membenci penyakitnya, bukan orangnya, saya yakin, siapapun asti tidak ingin terjangkit penyakit mematikan ini.

oleh karena itu, jika anda memiliki seorang teman yang mengidap HIV/AIDS, anda tidak boleh menjauhinya, anda harus memberikan support baginya untuk bisa menjalani kehidupannya, dia juga sama seperti kita, dia butuh sahabat yang bisa mensupportnya.

terima kasih…

Pengumuman Pengurus Wilayah Terpilih Periode 2014-2016

Congratulations kepada Pengurus yang terpilih…

dan kepada seluruh Keluarga ISMAFARSI Wilayah Sumatera 2 …teruslah berkontribusi bersama sama demi kemajuan profesi kita

umum00 (Small) (2)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Regards

Azzura Lygo

Koordinator Wilayah Sumatera 2

Open Recruitment Staff Ahli Ismafarsi Wilayah Sumatera II periode 2014-2016

Ayo Daftarkan dirimu untuk ismafarsi yang lebih baik!!

Persyaratan bisa di download disini:  Syarat

Gambaran kerja masingpmasing SA bisa di download disini: Gambaran Program Kerja Staff Ahli

Format CV bisa di download di sini: Format CV

E-Book – Jejak Jejak Ismafarsi Wilayah Sumatera II Periode 2014-2016