FOSIL: Stem Cells Therapy, Mujarab Tapi Kontroversial

Dewasa ini, ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan telah berkembang sangat pesat. Hal ini dibuktikan dengan penemuan-penemuan dan penelitian terhadap obat-obat dan metode terapi terbaru yang sangat menjanjikan, salah satunya adalah Stem Cells Therapy. Apa itu Stem Cells Therapy dan bagaimana cara kerjanya?

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang metode terapi ini, mari kita ulas definisi Stem Cells atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sel Punca dalam Bahasa Indonesia. Stem Cells merupakan sel yang belum mengalami diferensiasi dan berkemampuan untuk berubah dan berkembang menjadi banyak jenis sel yang berbeda di dalam tubuh.

Berdasarkan sumbernya, stem cells terbagi menjadi Embryonic Stem Cells yang berasal dari embrio yang kurang dari 3 bulan dan Adults Stem Cells yang terdapat pada jaringan manusia dewasa. Stem cells embrionik lebih banyak dan sering digunakan karena kemampuannya untuk berdiferensiasi menjadi hampir semua jenis sel, berbeda dengan stem cells yang diambil pada manusia dewasa yang hanya dapat berdiferensiasi terbatas.

Embryonic Stem Cells diperoleh dari embrio yang digugurkan, embrio dari bayi tabung yang gagal atau kloning. Embrio yang digunakan untuk transplantasi stem cells masih berusia 5-6 hari. Pada tahap ini, embrio disebut blastosis yang berukuran tidak lebih besar dari sebutir pasir. Karena kemampuannya yang dapat berdiferensiasi menjadi banyak jenis sel tetapi tidak dapat menjadi organisme utuh, maka stem cells embrionik disebut sebagai sel yang bersifat pluripotent.

Adult stem cells atau yang sering disebut stem cells somatik berasal dari jaringan manusia dewasa. Berbeda dengan embryonic stem cells yang dapat berdiferensiasi menjadi banyak jenis sel, stem cells somatik biasanya menghasilkan jenis sel yang sama dengan jaringan asalnya. Misalnya, stem cells pembentuk sel darah di sumsum tulang belakang dapat menghasilkan berbagai jenis sel darah, namun tidak dapat membentuk sel dari jaringan lain seperti sel saraf di otak. Oleh karena sifatnya yang terbatas dan butuh waktu lama untuk berdiferensiasi, stem cells somatik jarang digunakan pada transplantasi stem cells.

Cangkok sel induk dari stem cells embrionik masih mengundang perdebatan dan kontroversi karena berkaitan dengan asal muasal sel, yakni dari embrio yang dibuang dari klinik aborsi atau bayi tabung. Banyak yang menentang penggunaan stem cell embrionik karena dianggap tidak etis dan tidak bermoral. Namun tidak sedikit pula yang mendukung karena embrio tersebut memang pada akhirnya akan dihancurkandan menyadari bahwa sel-sel ini memiliki potensi besar untuk membantu nyawa lainnya.

Oleh karena perdebatan yang tak berujung tersebut, para peneliti mencari alternatif lain untuk mengatasi masalah ini. Peneliti telah berhasil mengembangkan tipe stem cells baru yang berasal dari sel manusia dewasa, namun memiliki sifat yang sangat mirip dengan stem cells embrionik. Tipe stem cells ini disebut dengan Induced Pluripotent Stem Cells (iPSCs), merupakan sel dewasa yang telah diprogram ulang secara genetik untuk kembali kek kondisi embryonic stem cells dengan mengekspresikan gen dan faktor-faktor penting yang mempertahankan sifat-sifat utama embryonic stem cells. Akan tetapi, salah satu masalah besar yang menghalangi penggunaan iPSCs adalah bahwa virus yang digunakan untuk memasukkan gen dapat menyebabkan kanker.

Berdasarkan potensi dan kemampuannya untuk berdiferensiasi, stem cells dibagi menjadi 4 jenis, yakni totipotent, pluripotent, multipotent dan unipotent. Sel yang bersifat totipotent dapat berdiferensiasi menjadi semua jenis sel. Yang termasuk stem cells jenis ini adalah zigot (sel telur yang telah dibuahi). Sel pluripotent berdiferensiasi menjadi 3 lapisan germinal, yakni ektoderm, mesoderm dan endoderm, namun tidak dapat menjadi jaringan ekstraembrionik seperti plasenta dan tali pusat. Contoh stem cells pluripotent adalah embryonic stem cells.

Sel yang bersifat multipotent memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi banyak jenis sel. Misalnya, hematopoietic stem cells, sel pembentuk darah yang dapat menghasilkan berbagai jenis darah. Sedangkan stem cells yang hanya dapat menghasilkan satu jenis sel saja disebut dengan stem cells unipotent. Berbeda dengan non-stem cells, stem cells unipotent dapat memperbaharui dan meregenerasi diri.

Terapi stem cells ini sangat besar manfaatnya demi kemajuan ilmu dan teknologi di bidang kesehatan. Terapi ini merupakan teknologi kesehatan terkini yang berfungsi untuk meregenerasi sel dalam tubuh sehingga dapat memulihkan dan menumbuhkan kembali jaringan yang rusak.

Untuk prosedur cangkok stem cells melalui dua pilihan, yakni injeksi dan topikal. Stem cells yang telah diisolasi dan dikembangkan secara in vitro di laboratorium kemudian ditanam ke dalam tubuh pasien. Implan dilakukan bila stem cells tersebut telah berkembang dan berdiferensiasi menjadi sel yang diharapkan. Kemudian, stem cells yang ditanam ini akan berkembang dan berkoneksi dengan sel tubuh untuk melakukan perbaikan sistem dan regenerasi sel.

Terapi stem cells ini merupakan sebuah revolusi dan terobosan terbaru di bidang kesehatan. Stem cell ampuh menyembuhkan berbagai penyakit yang selama ini sulit untuk dipecahkan karena stem cell ini dapat berubah menjadi sel-sel tertentu yang ditempatinya.Ada ribuan kasus kematian tiap harinya yang sebenarnya dapat diobati dengan terapi sel punca ini. (Tim Keilmiahan ISMAFARSI Sumatera II)

Call For Essay – TB sedunia


CFE TB-sedunia

Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia 04 Maret 2015,Tim Keilmiahan ISMAFARSI Wilayah Sumatera 2 mengadakan Call For Essay dengan tema  “ASUHAN KEFARMASIAN PADA PENDERITA TUBERKULOSIS”.
Deadline: 22 Februari – & Maret 2015.
Format penulisan esai:
  • A4, TNR 12, spasi 1,5, margin 4333, min 2 hlm.
  • Terbuka untuk semua mahasiswa farmasi wilayah Sumatera 2.
Karya yg masuk akan dipublikasi melalui website ISMAFARSI Sumatera 2.
Ayo sumbangkan opini kamu untuk dunia yang lebih baik!
Tunjukkan kepedulianmu akan kesehatan melalui tulisan.

We care, we share..

Salam satu hati, jaya ismafarsi!

LK II UNSRI Palembang

berikut hal-hal yang di perluan pada saat LK II nanti

LK II UNSRI

(Info Penting – Klarifikasi)

(Info Penting)
Assalaamu’alaikum. Selamat Pagi.
Mohon maaf sebelumnya kepada seluruh anggota ismafarsi maupun mahasiswa/i farmasi (khususnya sumatera 2) bahwasanya kami mengklarifikasi mengenai alamat email yang tercantum pada pamflet Call For Paper Hari Kanker Sedunia. Alamat yang digunakan tersebut salah dan direvisi menjadi ismafarsisumatera2@gmail.com . Mohon maaf sebesar-besarnya atas keteledoran kami sehingga menjadikan kesalahan dalam hal pengiriman karya. Untuk itu, sekiranya kami mengharapkan kembali pengiriman ulang paper yang telah anda buat. Mohon kerjasamanya dan terima kasih.

Ttd,
Ismafarsi Wilayah Sumatera 2

UKAI

Ujian Kompetensi Nasional atau biasa disebut dengan UKAI merupakan ujian yang ditujukan untuk mahasiswa farmasi yang meneruskan pendidikannya ke program pendidikan keprofesian apoteker, dimana peserta akan dinyatakan lulus menjadi seorang apoteker apabila mampu melewati batas nilai standar yang ditetapkan pihak penyelenggara. Dengan adanya UKAI, diharapkan apoteker Indonesia adalah apoteker yang berkompeten, yang mampu melakukan pelayanan optimal kepada masyarakat sehingga layak terjun ke dunia kerja nasional maupun internasional.
Latar belakang adanya UKAI yaitu pemerataan kompetensi apoteker Indonesia sehingga apoteker dimanapun daerahnya memiliki kompetensi untuk melakukan pelayanan kesehatan yang bermutu kepada pasien ataupun customer apotek (pharmaceutical care), adanya AFTA (Asean Free Trade Area) dimana tersedianya lapangan kerja secara global untuk warga negara anggota ASEAN, dan tuntutan pelayanan kesehatan yang paripurna. Dengan begitu untuk berpartisipasi dalam AFTA, UKAI harus secepat mungkin diselenggarakan. Tetapi hambatan yang dihadapi diantaranya perbedaan beberapa mata kuliah di kurikulum pendidikan strata satu farmasi, dan uji coba UKAI pada tahun 2014 yang kurang memuaskan, kurangnya sosialisasi tentang UKAI itu sendiri. Untuk keberhasilan uji coba UKAI, saat ini Tim Kajian Pusat ISMAFARSI sedang membagikan kuisioner maupun tanggapan mahasiswa pendidikan apoteker yang pernah melakukan Try Out UKAI.
Adapun usaha pemerintah ataupun pihak terkait untuk mengatasi hambatan yang akan dihadapi jika UKAI terlaksana ditahun 2015 ini antara lain grade yang ditetapkan untuk awal pelaksanaan UKAI yang rendah, adanya remidial sebanyak tiga kali untuk peserta yang nilainya belum mencapai standar kelulusan dan soal yang diujikan menggunakan standar minimum yang diaplikasikan di perguruan tinggi berdasarkan kesepakatan APTFI (Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia.Selain itu, pemerintah juga melakukan monev setiap tahunnya.
Untuk wilayah sumatera II sendiri baru Universitas Andalas dan Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Yayasan Perintis Padang yang sudah memiliki program pendidikan profesi apoteker, hasil dri uji coba UKAI di Unand serta STIFI YP sendiri bisa dikatakan belum memuaskan karena masih sedikit peserta uji yang bisa dinyatakan lulus UKAI.
Well, mau tau lebih lanjut mengenai UKAI dari narasumber IAI dan dosen farmasi Sesumatera II ? Nantikan infonya ya guys ;)