Press Release dari Nurlaila LK II Palembang

PEMIMPIN TELADAN BEDULUR DI BUMI SRIWIJAYA

LKMMF II ISMAFARSI SUMATERA 2

                                                                             By: Nurlaila Qodriah

    Indralaya, 26-29 Maret 2015 telah dilaksanakan kegiatan Latihan Kepemimpinan dan Manajerial Mahasiswa Farmasi II dan Rapat Koordinasi Wilayah Sumatera dua dimana pada acara ini Himpunan Keluarga Mahasiswa Farmasi Universitas Sriwijaya dipercaya untuk menjadi tuan rumah dan kegiatan ini bertemakan ‘Pemimpin Teladan Berdulur di Bumi Sriwijaya’ yang bermakna dilahirkan pemimpin penerus yang teladan dan bersaudara di bumi sriwijaya palembang. Kegiatan ini diikuti oleh 8 komisariat yaitu Universitas Sriwijaya (UNSRI), Stifi BP Palembang, Universitas Kader Bangsa (UKB), Stikes HI Jambi, Stifar Riau, Stifarm Padang, Stifar YP Padang dan Universitas Andalas (UNAND) Padang dengan jumlah peserta 51 orang. 14 delegasi dari UNSRI, 3 delegasi dari UKB, 13 delegasi dari Stifi BP Palembang, 9 delegasi dari Stikes HI Jambi, 4 delegasi dari Stifar Riau, 4 delegasi dari stifarm Padang dan 4 delegasi dari Stifar YP Padang, akan tetapi tidak ada delegasi dari Universitas Andalas. Acara dimulai dengan pembukaan dan welcome party (setiap komisariat menampilkan kesenian khas daerah masing-masing) pada tanggal 26 Maret 2015 jam 20.00 wib di Aula Student Center dan setelah itu dilanjutkan screening SA sampai jam 24.00 WIB, setelah itu delegasi beristirahat.

Keesokan harinya tanggal 27 Maret 2015, jam 05.30 wib diawali dengan senam pagi, setelah sarapan pagi jam 08.00 WIB peserta menerima penyampaian materi workshop PCC oleh Ibu Renni Puspa N (dosen farmasi UNSRI) kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi Strategi Kepemimpinan Oleh AR Haderani yang merupakan gubernur Fakultas MIPA periode 2014-2015, setelah sholat jum’at dan Ishoma dilanjutkan materi Psikologi Massa dan Managemen Aksi oleh Febri Walanda yang merupakan Presiden Universitas Sriwijaya, dan setelah materi dilanjutkan dengan Simulasi Aksi tentang penggunaan BPJS yang telah berjalan dan KIS yang dicanangkan oleh presiden Indonesia Joko Widodo, materi ini berlangsung di ruang rapat senat dekanat Fakultas Mipa dan simulasi bertempat di lapangan Fakultas FMIPA.

Kegiatan dilanjutkan pada malam hari setelah makan malam, akan tetapi acara yang terlaksana tidak sesuai dengan jadwal yang telah dirancang dikarenakan ada kesalah teknis. Jadi acara dilanjutkan dengan screening SA bagi peserta yang belum melaksanakannya dan setelah itu peserta beristirahat. Sabtu 28 Maret 2015 acara diawali dengan outbond, dimulai jam 08.00 wib setelah sarapan pagi dan peregangan. Peserta melakukan outbond dengan melewati 5 posko yang sebelumnya peserta dibagi menjadi 5 kelompok, pada posko pertama ada permainan flying fox dimana masing-masing peserta melakukan tantangan ini, pada posko kedua peserta ditantang dengan permainan memasukkan air yang telah penuh di baskom kedalam ember yang diletakkan di atas kursi dengan menggunakan kaki, posko ketiga peserta ditantang dengan permainan spyder web (jaring laba-laba), posko keempat permainannya yaitu pipa bocor, dan posko ke lima permainannya yaitu membuat air penuh sampai bola keluar di dalam pipa dengan gayung bocor. Masing-masing posko peserta diberi tantangan dan diberi minuman yang harus ditebak untuk mendapatkan clue yang harus mereka di pecahkan, minuman yang diberikan pada posko pertama yaitu teh tawar, posko kedua yaitu tamarin, posko ketiga yaitu tolak angin, posko keempat yaitu oralit, dan posko kelima yaitu kukubima. Pada kegiatan outbond ini peserta diajarkan bagaimana team work dan strategi yang baik, serta semangat dan kekompakan dari para peserta dengan penampilan yel-yel dari masing-masing kelompok.

Setelah outbond, peserta menjawab teka-teki dari clue yang didapat disetiap posko dan teka-teki tersebut terjawab oleh kelompok Disa dan kawan-kawan yaitu bendera ismafarsi. Setelah itu peserta ishoma dan dilanjutkan dengan materi isu-isu kefarmasian dan IPE oleh pak Shaum Shiyan (dosen farmasi UNSRI), kemudian dilanjutkan dengan materi workshop kesekretariatan oleh Sekretaris Ismafarsi Gicha dan Suci dari sekretaris wilayah sumatera dua, selanjutnya ishoma. Kegiatan malam hari dilanjutkan dengan materi advokasi oleh Lumantar dan dilanjutkan dengan materi selayang pandang ismafarsi oleh sekretaris jendral Ismafarsi Ridho Muhammad Sakti, kemudian dilanjutkan dengan post test untuk mengetahui seberapa paham peserta terhadap materi yang telah disampaikan pada kegiatan LKMMF II ini. Pada saat yang bersamaan diadakan juga acara rapat koordinasi wilayah oleh koordinator ismafarsi wilayah sumatera dua, SA wilayah, komisariat wilayah sumatera dua, dan senior-senior ismafarsi wilayah sumatera dua. Keesokan harinya acara berakhir dengan closing party dan kepulangan delegasi. Dari kegiatan LKMMF II ini kelompok terbaik pada saat outbond adalah kelompok endang dan kawan-kawan, peserta terbaik cewek yaitu Asfaraeni Rahmah dari UNSRI dan peserta terbaik cowok yaitu Syarif Rizkullah dari STIFI YP Padang , dan ketua angkatan dari angkatan yang bernama neuron yaitu Syarif Rizkullah dari komisariat STIFI YP Padang.

 

CFE Keilmiahan: Hidup Sehat dan Kanker

Kanker selalu menjadi momok menakutkan bagi masyarakat dunia, apalagi penderitanya. Seakan jika dokter mendiagnosa seseorang terkena kanker, semisal kanker payudara, spontan timbul rasa kaget dan putus asa. Alasannya karena usia mereka sudah tidak lama lagi di dunia. Hal ini tidak mengherankan karena melihat data jumlah penderita kanker di Indonesia yang kian meningkat. Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2012 menyebutkan, prevalensi kanker mencapai 4,3 banding 1.000 orang. Padahal data sebelumnya menyebutkan prevalensinya 1 banding 1.000 orang. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Serikat Pengendalian Kanker Internasional (UICC) memprediksi, akan terjadi peningkatan lonjakan penderita kanker sebesar 300 persen di seluruh dunia pada tahun 2030. Jumlah tersebut 70 persennya berada di negara berkembang seperti Indonesia.

Lalu, apakah kita sebagai masyarakat intelektual bakal diam di rumah sementara di luar sana semakin banyak kasus kanker bertambah tiap menit? Salah satu cara mencegah sedari dini penyakit ganas ini adalah mengenalkan kepada siapa saja yang belum mengetahui apa itu kanker dan cara pencegahannya.

Kata kanker itu sendiri berasal dari bahasa latin Cancri yang berarti kepiting. Hal ini dikarenakan bentuk pembuluh darah yang besar yang mengelilingi tumor dianggap berbentuk seperti capit serta kaki-kaki kepiting bagi orang-orang jaman dahulu. Kanker terjadi saat sel-sel dalam tubuh membelah diri diluar kendali. Sel-sel abnormal ini kemudian menyerang jaringan terdekat, atau berpindah kedaerah yang jauh dengan cara masuk kedalam pembuluh darah atau sistem limpatik.

Agar tubuh manusia berfungsi secara normal, setiap organ tubuh harus memiliki sejumlah sel tertentu. Sel-sel ini dalam sebagian besar organ, memiliki usia yang pendek, dan untuk menjaga fungsi tubuh, sel-sel ini harus digantikan melalui proses pembelahan sel.

Pembelahan sel dikendalikan oleh gen yang terletak pada inti sel. Mereka berfungsi seperti buku instruksi yang memerintahkan sel, protein apa yang harus dibuat, bagaimana cara sel membelah dan berapa lama usia mereka. Kode genetik ini bisa rusak akibat beberapa faktor yang kemudian menimbulkan cacat dalam buku instruksi tersebut. Cacat ini dapat secara dramatis mengubah fungsi sel. Bukannya berhenti, namun bisa saja sel terus menerus membelah diri, bukannya mati, sel tersebut bisa saja terus bertahan hidup.

Kanker terjadi saat gen-gen yang bertugas untuk mengatur pertumbuhan dan perbaikan sel berubah. Perubahan ini merupakan hasil dari interaksi antara faktor gen induk dengan agen eksternal yang dapat dikategorikan sebagai karsinogenik fisik seperti sinar UV dan karsinogenik kimiawi seperti asap tembakau.

Penggunaan tembakau adalah satu hal terbesar penyebab kanker di dunia, yang dapat dicegah. Penggunaan tembakau menyebabkankan kanker paru-paru, tenggorokan, mulut, pankreas, ginjal, perut, kandung kemih dan tipe kanker lainnya; Perokok pasif dapat terkena kanker paru-paru juga.

Penggunaan tembakau dinilai sebagai faktor resiko utama untuk kanker dan menyebabkan banyak variasi kanker seperti paru-paru, larinks, esofagus/ kerongkongan, perut, kandung kemih, rongga mulut dan lain-lain. Semua jenis tembakau dapat menimbulkan kanker. Dengan menolak tembakau, atau memutuskan untuk berhenti, adalah keputusan kesehatan terpenting yang dapat kita semua perbuat. Hal tersebut merupakan langkah penting dalam mencegah terjadinya kanker. Hindari tembakau dalam bentuk apapun dapat secara signifikan mengurangi resiko terkena beberapa jenis kanker.

Lain halnya dengan tembakau yang sebisa mungkin kita hindari, makanan sehat menjadi salah satu cara jitu untuk pencegahan dini gejala kanker. Hubungan antara makanan dan kanker memang sulit untuk dijabarkan. Hal ini dikarenakan diet masing-masing orang berbeda. Beberapa jenis dapat memicu pertumbuhan sel kanker, dan lebih sering terjadi ketika kita mengkonsumsi kombinasi makanan-makanan tersebut.

Beberapa ahli butuh mengetahui lebih dalam melalui serangkaian penelitian untuk mengetahui spesifikasi makanan dan nutrisi yang memicu kanker dan mana yang tidak. Dari penelitian-penelitian nanti akan bisa didapatkan jawaban yang lebih pasti dan spesifik. Untuk saat ini kita sudah bisa mengetahui jenis makanan secara yang merupakan pilihan tepat untuk tindakan prreventif dari kanker di antaranya makanan berserat tinggi seperti buah-buahan dan sayuran dan daging yang diolah dengan tidak dibakar atau dipanggang.

Bahwa tidak ada yang namanya “makanan super” yang dapat mencegah kanker secara pasti. Segala diet yang kita lakukan hendaknya merupakan kombinasi dari makanan sehat dan gizi yang seimbang. Tidak ada makanan tertentu yang terbukti secara ilmiah dapat mencegah kanker, apalagi menyembuhkan. Maka dari itu penting bagi kita semua untuk memerhatikan gaya hidup sehat dan pola makan yang teratur dan seimbang. Kesadaran seperti ini sangat perlu diperhatikan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari agar kita dan generasi penerus kelak bisa terhindar dari bahaya kanker.

Keterangan: essay ini dibuat oleh penulis dalam keikutsertaan pada CFE (Call For Essay) Keilmiahan ISMAFARSI Sumatera II

Nama               : Muhammad Randa

Institusi           : Farmasi Universitas Sriwijaya

Email/Fb          : bayernmuenchen10@yahoo.co.id/ Randa Muhammad

UKAI (Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia)

Ujian Kompetensi Nasional atau biasa disebut dengan UKAI merupakan ujian yang ditujukan untuk mahasiswa farmasi yang meneruskan pendidikannya ke program pendidikan keprofesian apoteker, dimana peserta akan dinyatakan lulus menjadi seorang apoteker apabila mampu melewati batas nilai standar yang ditetapkan pihak penyelenggara. Dengan adanya UKAI, diharapkan apoteker Indonesia adalah apoteker yang berkompeten, yang mampu melakukan pelayanan optimal kepada masyarakat sehingga layak terjun ke dunia kerja nasional maupun internasional.

Latar belakang adanya UKAI yaitu pemerataan kompetensi apoteker Indonesia sehingga apoteker dimanapun daerahnya memiliki kompetensi untuk melakukan pelayanan kesehatan yang bermutu kepada pasien ataupun customer apotek (pharmaceutical care), adanya AFTA (Asean Free Trade Area) dimana tersedianya lapangan kerja secara global untuk warga negara anggota ASEAN, dan tuntutan pelayanan kesehatan yang paripurna. Dengan begitu untuk berpartisipasi dalam AFTA, UKAI harus secepat mungkin diselenggarakan. Tetapi hambatan yang dihadapi diantaranya perbedaan beberapa mata kuliah di kurikulum pendidikan strata satu farmasi, dan uji coba UKAI pada tahun 2014 yang kurang memuaskan, kurangnya sosialisasi tentang UKAI itu sendiri. Untuk keberhasilan uji coba UKAI, saat ini Tim Kajian Pusat ISMAFARSI sedang membagikan kuisioner maupun tanggapan mahasiswa pendidikan apoteker yang pernah melakukan Try Out UKAI.

Adapun usaha pemerintah ataupun pihak terkait untuk mengatasi hambatan yang akan dihadapi jika UKAI terlaksana ditahun 2015 ini antara lain grade yang ditetapkan untuk awal pelaksanaan UKAI yang rendah, adanya remidial sebanyak tiga kali untuk peserta yang nilainya belum mencapai standar kelulusan dan soal yang diujikan menggunakan standar minimum yang diaplikasikan di perguruan tinggi berdasarkan kesepakatan APTFI (Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia.Selain itu, pemerintah juga melakukan monev setiap tahunnya.

Untuk wilayah sumatera II sendiri baru Universitas Andalas yang sudah memiliki program pendidikan profesi apoteker, hasil dri uji coba UKAI di Unand bisa dikatakan belum memuaskan karena masih sedikit peserta uji yang bisa dinyatakan lulus UKAI.

Well, mau tau lebih lanjut mengenai UKAI dari narasumber IAI dan dosen farmasi Sesumatera II ? Nantikan infonya ya guys ;)

 

 

 

 

SJSN Vs KIS

SJSN dan KIS, Apa Bedanya ?

Menurut Undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, disebutkan bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia dansalah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkansesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimanadimaksud dalam Pancasila dan Undang-Undang DasarNegara Republik Indonesia Tahun 1945.

Setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau. Oleh karena itu, sekarang ini sedang digalakkan upaya penjaminan kesehatan bagi setiap warga negara indonesia. Pemerintah memberikan perhatian khusus untuk masalah ini. Buktinya pelayanan kesehatan semakin di perbaiki sistemnya. Dari yang dahulu hanya pejabat dan pegawai negeri sipil yang mendapatkan pelayanan kesehatan tapi sekarang setiap rakyat bisa menikmati dan merasakan pelayanan kesehatan yang layak bagi mereka.

Pemerintah bertanggung jawab merencanakan,mengatur,menyelenggarakan, membina, dan mengawasi penyelenggaraan upaya kesehatan yang merata danterjangkau oleh masyarakat.demikian disebutkan dalam uu no 36 tahun 2009 pasal 14.

Beranjak ke amanat UUD 1945 bahwa tujuan negara adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat. Oleh karenanya dikembangkanlah sistem jaminan sosial nasional (SJSN). Sistem jaminan sosial nasional merupakan program negara yangbertujuan memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraansosial bagi seluruh rakyat sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 28Hayat (1), ayat (2), dan ayat (3) dan Pasal 34 ayat (1) dan ayat (2)Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Selainitu, dalam Ketetapan Majelis Permusyawaratan RakyatNomor X/MPR/2001, Presiden ditugaskan untuk membentuk sistemjaminan sosial nasional dalam rangka memberikan perlindungansosial bagi masyarakat yang lebih menyeluruh dan terpadu.

Dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, maka diamanatkanlah pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan transformasi kelembagaan PT Askes (Persero), PT Jamsostek (Persero), PT TASPEN (Persero), dan PT ASABRI (Persero) menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Transformasi tersebut diikuti adanya pengalihan peserta, program,aset dan liabilitas, pegawai, serta hak dan kewajiban.

Dalam undang-undang ini BPJS ada dua macam yaitu BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan. BPJS adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial. BPJS Kesehatan berfungsi menyelenggarakan program jaminan kesehatan.

BPJS kesehatan mulai beroperasi per tanggal 1 januari 2014. Peserta BPJS adalah setiap orang maupun orang asing yang bekerja paling singkat 6 tahun di indonesia. Bagi masyarakat miskin, pemerintah mengkategorikan sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) dimana iuran atau preminya akan dibayarkan oleh pemerintah.

Dengan adanya istilah PBI maka diindikasikan pemerintah jokowi-JK mengidekan KIS (Kartu Indonesia Sehat). KIS ini diprioritaskan untuk fakir miskin, orang tidak mampu dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), dimana sistemnya sedikit berbeda dengan BPJS. Peserta akan di data oleh Kementerian Sosial kemudian di daftarkan ke BPJS untuk menerima KIS.

Pro-kontra terkait KIS ini semakin membingungkan. Ada yang berpendapat jika KIS diterapkan maka akan bertabrakan dengan jaminan Kesehatan nasional (JKN), ada juga yang berpendapat bahwa KIS merupakan penyempurnaan dari pelaksanaan SJSN dmana KIS bukanlah hal yang baru melainkan perluasan dari kepesertaan Penerima Bantuan Iuran. KIS hanyalah membungkus jaminan kesehatan bagi PBI sehingga tidak terlalu banyak persiapan khusus untuk ini.

Ada beberapa perbedaan antara Kartu Indonesia Sehat dan SJSN yang dikelola oleh BPJS antara lain, KIS merupakan jaminan kesehatan yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dengan kondisi ekonomi yang sangat lemah, sedangkan SJSN merupakan jaminan kesehatan yang diwajibkan bagi setiap warga negara Indonesia baik yang mampu maupun kurang mampu. Pemakaian KIS dapat dilakukan dimana saja, baik di klinik maupun di puskesmas atau rumah sakit manapun yang ada di Indonesia. Sedangkan pemakaian kartu BPJS hanya berlaku di klinik atau puskesmas yang telah didaftarkan. KIS merupakan jenis jaminan kesehatan yang mendapat subsidi dari pemerintah, sedangkan pengguna BPJS diwajibkan untuk membayar iuran setiap bulannya berdasarkan kemampuan warga negara.

Sampai saat ini KIS belum memiliki payung hukum untuk perlindungan sosial. Dan menurut Menteri Kesehatan Nila F Moelek payung hukum KIS masih diusahakan berupa Keputusan Presiden.

Jadi sebenarnya KIS ini bisa di masukkan dalam salah satu upaya menjalankan BPJS. Sistem BPJS yang menetapkan iuran untuk tiap pesertanya masih memberatkan masyakat miskin. Mereka hanya dapat mengenyam pelayanan kesehatan melalui Jamkesmas dan Jamkesda. Namun pelaksanaan belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat. Maka diharapkan KIS menjadi salah satu strategi percepatan sistem penjaminan sosial di indonesia. Dan diharapkan akhirnya semua masyarakatmiskin bisa terangkum menjadi anggota BPJS kesehatan.

Sudah menjadi tugas kita sebagai mahasiswa untuk pengawal pelaksanaan KIS maupun SJSN yang dilkelola oleh BPJS, apakah KIS yang terlihat begitu kilat persiapannya hingga disahkan bulan November 2014 lalu mampu berjalan selaras dengan BPJS yang sejak awal tahun 2014 berjalan?

 

SA KASRAD ISMAFARSI WILAYAH SUMATERA II

 

FOSIL: Stem Cells Therapy, Mujarab Tapi Kontroversial

Dewasa ini, ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan telah berkembang sangat pesat. Hal ini dibuktikan dengan penemuan-penemuan dan penelitian terhadap obat-obat dan metode terapi terbaru yang sangat menjanjikan, salah satunya adalah Stem Cells Therapy. Apa itu Stem Cells Therapy dan bagaimana cara kerjanya?

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang metode terapi ini, mari kita ulas definisi Stem Cells atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sel Punca dalam Bahasa Indonesia. Stem Cells merupakan sel yang belum mengalami diferensiasi dan berkemampuan untuk berubah dan berkembang menjadi banyak jenis sel yang berbeda di dalam tubuh.

Berdasarkan sumbernya, stem cells terbagi menjadi Embryonic Stem Cells yang berasal dari embrio yang kurang dari 3 bulan dan Adults Stem Cells yang terdapat pada jaringan manusia dewasa. Stem cells embrionik lebih banyak dan sering digunakan karena kemampuannya untuk berdiferensiasi menjadi hampir semua jenis sel, berbeda dengan stem cells yang diambil pada manusia dewasa yang hanya dapat berdiferensiasi terbatas.

Embryonic Stem Cells diperoleh dari embrio yang digugurkan, embrio dari bayi tabung yang gagal atau kloning. Embrio yang digunakan untuk transplantasi stem cells masih berusia 5-6 hari. Pada tahap ini, embrio disebut blastosis yang berukuran tidak lebih besar dari sebutir pasir. Karena kemampuannya yang dapat berdiferensiasi menjadi banyak jenis sel tetapi tidak dapat menjadi organisme utuh, maka stem cells embrionik disebut sebagai sel yang bersifat pluripotent.

Adult stem cells atau yang sering disebut stem cells somatik berasal dari jaringan manusia dewasa. Berbeda dengan embryonic stem cells yang dapat berdiferensiasi menjadi banyak jenis sel, stem cells somatik biasanya menghasilkan jenis sel yang sama dengan jaringan asalnya. Misalnya, stem cells pembentuk sel darah di sumsum tulang belakang dapat menghasilkan berbagai jenis sel darah, namun tidak dapat membentuk sel dari jaringan lain seperti sel saraf di otak. Oleh karena sifatnya yang terbatas dan butuh waktu lama untuk berdiferensiasi, stem cells somatik jarang digunakan pada transplantasi stem cells.

Cangkok sel induk dari stem cells embrionik masih mengundang perdebatan dan kontroversi karena berkaitan dengan asal muasal sel, yakni dari embrio yang dibuang dari klinik aborsi atau bayi tabung. Banyak yang menentang penggunaan stem cell embrionik karena dianggap tidak etis dan tidak bermoral. Namun tidak sedikit pula yang mendukung karena embrio tersebut memang pada akhirnya akan dihancurkandan menyadari bahwa sel-sel ini memiliki potensi besar untuk membantu nyawa lainnya.

Oleh karena perdebatan yang tak berujung tersebut, para peneliti mencari alternatif lain untuk mengatasi masalah ini. Peneliti telah berhasil mengembangkan tipe stem cells baru yang berasal dari sel manusia dewasa, namun memiliki sifat yang sangat mirip dengan stem cells embrionik. Tipe stem cells ini disebut dengan Induced Pluripotent Stem Cells (iPSCs), merupakan sel dewasa yang telah diprogram ulang secara genetik untuk kembali kek kondisi embryonic stem cells dengan mengekspresikan gen dan faktor-faktor penting yang mempertahankan sifat-sifat utama embryonic stem cells. Akan tetapi, salah satu masalah besar yang menghalangi penggunaan iPSCs adalah bahwa virus yang digunakan untuk memasukkan gen dapat menyebabkan kanker.

Berdasarkan potensi dan kemampuannya untuk berdiferensiasi, stem cells dibagi menjadi 4 jenis, yakni totipotent, pluripotent, multipotent dan unipotent. Sel yang bersifat totipotent dapat berdiferensiasi menjadi semua jenis sel. Yang termasuk stem cells jenis ini adalah zigot (sel telur yang telah dibuahi). Sel pluripotent berdiferensiasi menjadi 3 lapisan germinal, yakni ektoderm, mesoderm dan endoderm, namun tidak dapat menjadi jaringan ekstraembrionik seperti plasenta dan tali pusat. Contoh stem cells pluripotent adalah embryonic stem cells.

Sel yang bersifat multipotent memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi banyak jenis sel. Misalnya, hematopoietic stem cells, sel pembentuk darah yang dapat menghasilkan berbagai jenis darah. Sedangkan stem cells yang hanya dapat menghasilkan satu jenis sel saja disebut dengan stem cells unipotent. Berbeda dengan non-stem cells, stem cells unipotent dapat memperbaharui dan meregenerasi diri.

Terapi stem cells ini sangat besar manfaatnya demi kemajuan ilmu dan teknologi di bidang kesehatan. Terapi ini merupakan teknologi kesehatan terkini yang berfungsi untuk meregenerasi sel dalam tubuh sehingga dapat memulihkan dan menumbuhkan kembali jaringan yang rusak.

Untuk prosedur cangkok stem cells melalui dua pilihan, yakni injeksi dan topikal. Stem cells yang telah diisolasi dan dikembangkan secara in vitro di laboratorium kemudian ditanam ke dalam tubuh pasien. Implan dilakukan bila stem cells tersebut telah berkembang dan berdiferensiasi menjadi sel yang diharapkan. Kemudian, stem cells yang ditanam ini akan berkembang dan berkoneksi dengan sel tubuh untuk melakukan perbaikan sistem dan regenerasi sel.

Terapi stem cells ini merupakan sebuah revolusi dan terobosan terbaru di bidang kesehatan. Stem cell ampuh menyembuhkan berbagai penyakit yang selama ini sulit untuk dipecahkan karena stem cell ini dapat berubah menjadi sel-sel tertentu yang ditempatinya.Ada ribuan kasus kematian tiap harinya yang sebenarnya dapat diobati dengan terapi sel punca ini. (Tim Keilmiahan ISMAFARSI Sumatera II)